Senin, 28 Januari 2013

Produksi Getah Nikotin


        Peningkatan Nilai Tambah Tembakau Melalui Produksi Getah Nikotin

Tembakau di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro, Temanggung




Tembakau yang diusahakan oleh petani maupun perusahaan perkebunan tembakau banyak ditanam di Indonesia baik di Sumatra, Jawa, Madura dan Nusa Tenggara.  Jenis Tembakau yang ditanam adalah tembakau rajangan untuk rokok kretek dan tembakau lembaran untuk produksi rokok cerutu. Tembakau untuk rajangan meliputi  tembakau Virginia, tembakau Kasturi, tembakau Madura, tembakau Trenggalek, dan lain sebagainya sedangkan untuk produk cerutu meliputi tembakau Besuki, tembakau Vortenlanden maupun tembakau Sumatra. Bisnis tembakau di masa mendatang sangatlah sulit dan semakin kompleks, hal ini ditandai dengan adanya regulasi anti merokok baik dalam bentuk PP tembakau di Indonesia maupun larangan anti merokok dari WHO di dunia dan adanya ketidakstabilan harga tembakau yang banyak merugikan petani. Sehingga tidak menutup kemungkinan pabrik-pabrik rokok akan gulung tikar. Untuk menjamin keberlangsungan petani dan perusahaan perkebunan tembakau serta perusahaan rokok di Indonesia perlu dilakukan langkah-langkah diversifikasi produk dari tembakau ini,

Tembakau adalah tanaman musiman yang tergolong dalam tanaman perkebunan dan tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah yang kering. Kandungan kimia yang terdapat pada tembakau adalah nikotin dan tar yang bersifat adiksi bagi kesehatan. Nikotin merupakan salah satu hal yang sangat kontroversial yang semakin marak di perdebatkan dalam masyarakat kita saat ini. Sebagian masyarakat  beranggapan bahwa rokok merupakan salah satu produk berisikan nikotin, tidak hanya merugikan bagi orang yang mengkonsumsinya tetapi juga merugikan bagi orang-orang yang ada disekitarnya, karena Nikotin yang berasal dari asap arus utama dan asap arus samping  tidak hanya dinikmati oleh perokok sendiri (perokok aktif) tetapi juga orang yang berada di lingkungan asap rokok tersebut (Environmental Tobacco Smoke) atau disebut dengan perokok pasif. Nikotin adalah penghambat susunan syaraf pusat (SSP) yang mengganggu keseimbangan syaraf. Efek paling berbahaya dari mengkonsumsi tembakau dan kertergantungan nikotin adalah menyebabkan kanker dan sepertiga dari semua penyakit kanker itu yakni kanker paru-paru.
Meskipun tembakau disebut sebagai komoditas unggulan, namun secara ekonomi belum mampu memberikan jaminan kehidupan yang layak kepada sebagian besar pelaku utamanya, yaitu petani. 



Dari informasi tersebut nampak bahwa tanaman tembakau secara keseluruhan dapat dimanfaatkan menjadi bentuk lain selain rokok yang memberikan nilai tambah yang lebih besar daripada nilai daun tembakau itu sendiri. Penyulingan bagian-bagian tanaman tembakau dapat dilakukan dengan cara ekstraksi dari daun tembakau, batang dan bunga. Nikotin yang dihasilkan tidak berwarna, tetapi segera menjadi coklat ketika bersentuhan dengan udara. Nikotin dapat menguap dan dapat dimurnikan dengan cara penyulingan uap dari larutan yang dibasakan. Dapat juga dilakukan dengan suatu alat pirolisis dengan vakum yang akan memampatkan bagian dari tanaman tembakau dan akan terjadi proses penyulingan yang akan menghasilkan zat alkaloid. Nikotin adalah zat alkaloid yang ada secara natural di tanaman tembakau. Nikotin juga didapati pada tanaman-tanaman lain dari famili biologis Solanaceae seperti tomat, kentang, terung dan merica hijau pada level yang sangat kecil dibanding pada tembakau. Zat alkaloid telah diketahui memiliki sifat farmakologi, seperti efek stimulan dari kafein yang meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.
Dari paparan tersebut, pemberdayaan yang mungkin untuk diimplementasikan adalah pemberdayaan petani dengan strategi penerapan dan pengembangan usaha penyulingan yang berpijak pada penerima manfaat yaitu masyarakat atau petani dengan penghasilan rendah yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan sendiri sehingga bisa mengurangi beban hidup karena dan tidak terlalu tergantung pada industri rokok, dan perusahaan perkebunan tembakau yang terpuruk oleh adanya regulasi anti merokok. Rencana kerja untuk itu dapat dilakukan kerja sama dengan perguruan tinggi maupun universitas yang berkompeten dibidangnya melalui pengembangan teknologi penyulingan praktis dan ekonomis.
Petani dapat bekerja sama dengan perusahaan perkebunan tembakau, mereka bertindak sebagai supplier yang menyerahkan hasil produksi tembakau untuk diolah oleh perusahaan perkebunan tembakau menjadi barang yang memiliki nilai lebih.. Seperti diterapkan pada petani tembakau di Kabupaten Temanggung, dengan melakukan pembinaan kepada petani sehingga petani bisa mengolahnya sendiri. Sementara perusahaan rokok sebagai produsen rokok, perusahaan farmasi sebagai pengolah dan mitra serta pemerintah daerah sebagai fasilitator. Melalui keempat elemen utama dan mekanisme tersebut, diharapkan para petani tetap memperoleh jaminan harga yang menguntungkan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya dan perusahaan perkebunan tembakau serta perusahaan rokok masih dapat menjaga kelangsungan dari usaha bisnis tembakau.
 

 

Selasa, 13 November 2012

UMBI-UMBIAN



UMBI-UMBIAN SEBAGAI PENGGANTI BERAS
Pertambahan jumlah penduduk yang tidak diiringi dengan bertambahnya lahan sawah merupakan faktor utama yang menyebabkan negara kita masih mengimpor beras sampai saat ini. Diperkirakan jumlah penduduk pada tahun 2020 akan mencapai 270 juta jiwa. Meningkatnya jumlah penduduk ini, relatif sulit dibatasi meskipun sudah ada program Keluarga Berencana, karena sudah fitrah makhluk hidup untuk tumbuh, berkembang dan berketurunan.
Sebagai antisipasi berkurangnya lahan sawah, maka alternatif yang dapat dilakukan adalah mengenalkan dan meningkatkan produktifitas tanaman penghasil karbohidrat sebagai sumber pangan utama non-beras, seperti ubi-ubian ( ubi minor), karena pada masyarakat kita masih melekat stigma “ kalau belum makan nasi berarti belum makan”. Untuk mengurangi ketergantungan akan beras perlu dilakukan gerakan penganekaragaman pangan yang merupakan upaya untuk mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman dalam jumlah dan komposisi yang cukup guna memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung hidup sehat, aktif dan produktif. Agar percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dapat berjalan dengan baik, diperlukan suatu gerakan dalam rangka percepatan penganekaragaman konsumsi pangan, yang dapat mendorong terwujudnya penyediaan aneka ragam pangan dan peningkatan konsumsi pangan yang berbasis pada potensi sumber daya lokal.
          Untuk mencapai gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan yang diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2009, tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.
Dengan demikian , penganekaragaman konsumsi pangan merupakan fondasi dari keberlanjutan ketahanan pangan dan memiliki dimensi pembangunan yang sangat luas, baik dari aspek sosial, ekonomi, politik maupun kelestarian lingkungan.
Jenis ubi minor di Indonesia cukup banyak dan memiliki kandungan karbohidrat/pati yang cukup tinggi sebagai sumber energi. Secara umum, ubi minor sangat potensial sebagai pengganti beras dan terigu. Ubi minor yang ada di Indonesia diantaranya :

 Talas ( Colocasia esculenta (L) Schott)
Kandungan
Kegunaan
-    Karbohidrat tinggi, terdiri dari 17-28% amilosa, 72-83% amilopektin
-    Protein dan vit. A, C, B1
-    Lemak
-    Kalsium
-    Phosphor
-    Besi
-     Umbi talas dan helaian daun dapat dimakan apabila dimasak lebih dahulu
-     Bubur talas dapat melancarkan pencernaan sehingga dapat dikonsumsi bayi dengan tingkat alergi yang rendah

 Gembili ( Dioscorea esculenta (Lour.) Burkill)

Kandungan
Kegunaan
-    Pati, lemak, protein
-    Inulin adalah salah satu karbohidrat yang berfungsi sebagai prebiotik
-    Dari hasil penelitian gembili mengandung fitokimia seperti saponin, b-sistosterol, stigmasterol, glikosida dan diosgenin

-     Umbi setelah dimasak atau dipanggang rasanya manis dan enak
-     Ekstrak gembili dapat digunakan untuk penderita penyakit pencernaan
-     Parutan kasar umbi dapat untuk kompres pembengkakan di kerongkongan
-     Dapat menjadi sumber untuk penemuan agen anti inflamasi
 
Ganyong ( Canna edulis)

Kandungan
Kegunaan
-    Setiap 100 gr ganyong mengandung gizi :
-    Karbohidrat : 22,6 gr
-    Protein : 1,0 gr
-    Lemak : 0,1 gr
-    Vit. B : 0,1 gr
-    Vit. C : 10 gr dan lainnya
-     Rimpang ganyong ternyata bukan hanya untuk makanan selingan, tetapi bisa menjadi tepung pengganti tepung terigu
-     Bahan pembuatan bioethanol

Garut ( Maranta arundinacea L.)

Kandungan
Kegunaan
-    Amilum (dalam dunia farmasi sering digunakan sebagai bahan lubrikasi) yang dihasilkan memiliki kualitas bagus  
-     Umbinya dapat digunakan sebagai bahan kosmetika, lem dan minuman beralkohol
-     Perasan umbi dapat digunakan sebagai penawar racun serangga

 Kentang hitam ( Solenostemon rotundifolius)

Kandungan
Kegunaan
-    Umbi kentang hitam mengandung karbohidrat terutama pati 20%
-    Protein 2%
-    Air, lemak, kalsium, phosphor, besi, thiamin dan vit. C  
-     Antioksidan da anti proliferasi ( anti perbanyakan sel kanker)


  Suweg ( Amorphophallus campanulatus )

Kandungan
Kegunaan
-    Karbohidrat 80-85%
-    Serat pangan 13,71%
-    Protein 7,20%
-    Lemak 0,28%
-    Vit. A dan B
-    Kalsium 62 mg
-    Besi 4,2 gr
-    Thiamin 0,07 mg
-    Asam askorbat 5 mg
-     Anti bakteri, jamur dan sitotoksik
-     Dapat menekan peningkatan kadar gula darah akibat indeks glisemiknya rendah
-     Mengobati luka gigitan hewan berbisa
-     Pembuatan kosmetik